Resume Presentasi: Green City Kota Hijau adalah kota yang memiliki energi bersih dan efisien. kota hijau mendapatkan energi dari sumber alam, misalnya adalah angin dan matahari. tenaga itu didistribusi secara efisien dan efektif dan dapat diandalkan melalui microgrids. Kota Terhijau Di Dunia Vancouver, Canada Malmo, Swedia Portland Oregon, USA Kota Terhijau Di Indonesia -  Surabaya - Yogyakarta - Denpasar

Resume Presentasi: Green City

Kota Hijau adalah kota yang memiliki energi bersih dan efisien. kota hijau mendapatkan energi dari sumber alam, misalnya adalah angin dan matahari. tenaga itu didistribusi secara efisien dan efektif dan dapat diandalkan melalui microgrids.

Kota Terhijau Di Dunia

  • Vancouver, Canada

  • Malmo, Swedia

  • Portland Oregon, USA

Kota Terhijau Di Indonesia

-  Surabaya

- Yogyakarta

- Denpasar

Resume Presentasi: MDGIS (Milennium Development Goals) Dalam penerapannya MDGIS mempunyai 8 elemen pendukung diantaranya adalah: 1.  (i) perluasan fasilitas kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); (ii) pemberdayaan masyarakat miskin dengan meningkatkan akses dan penggunaan sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraannya; (iii) peningkatan akses penduduk miskin terhadap pelayanan sosial dan (iv) perbaikan penyediaan proteksi sosial bagi kelompok termiskin di antara yang miskin. 2.  (i) perluasan akses yang merata pada pendidikan dasar khususnya bagi masyarakat miskin;  (ii) peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan;  (iii) penguatan tata kelola dan akuntabilitas pelayanan pendidikan. Disamping itu kebijakan alokasi dana pemerintah bagi sektor pendidikan minimal sebesar 20 persen dari jumlah anggaran nasional akan diteruskan untuk mengakselerasi pencapaian pendidikan dasar universal pada tahun 2015. 3.  i) peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan dalam pembangunan ii) perlindungan perempuan terhadap berbagai tindak kekerasan; dan iii) peningkatan kapasitas kelembagaan PUG dan pemberdayaan perempuan. 4.  Angka kematian bayi di Indonesia menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dari 68 pada tahun 1991 menjadi 34 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2007, sehingga target sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 diperkirakan dapat tercapai. Demikian pula dengan target kematian anak diperkirakan akan dapat tercapai. Namun demikian, masih terjadi disparitas regional pencapaian target, yang mencerminkan adanya perbedaan akses atas pelayanan kesehatan, terutama di daerah-daerah miskin dan terpencil. Prioritas kedepan adalah memperkuat sistem kesehatan dan meningkatkan akses pada pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin dan daerah terpencil. 5.  (i) Perluasan pelayanan kesehatan berkualitas (ii) Pelayanan obstetrik yang komprehensif (iii) Peningkatan pelayanan keluarga berencana (iiii) Penyebarluasan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat 6.  (i) Pendekatan untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini terutama diarahkan pada upaya pencegahan dan menyediakan sistem pelayanan kesehatan nasional. (ii) Pengendalian penyakit harus melibatkan semua pihak kepentingan dan memperkuat kegiatan promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. 7.  Upaya untuk mengakselerasi pencapaian target air minum dan sanitasi yang layak terus dilakukan melalui investasi penyediaan air minum dan sanitasi, terutama untuk melayani jumlah penduduk perkotaan yang terus meningkat. Untuk daerah perdesaan, penyediaan air minum dan sanitasi dilakukan melalui upaya pemberdayaan masyarakat agar memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan infrastruktur dan pembangunan sarana. 8.  Indonesia merupakan partisipan aktif dalam berbagai forum internasional dan mempunyai komitmen untuk terus mengembangkan kemitraan yang bermanfaat dengan berbagai organisasi multilateral, mitra bilateral dan sektor swasta untuk mencapai pola pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan (pro-poor).

Resume Presentasi: MDGIS (Milennium Development Goals)

Dalam penerapannya MDGIS mempunyai 8 elemen pendukung diantaranya adalah:

1. 

(i) perluasan fasilitas kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM);
(ii) pemberdayaan masyarakat miskin dengan meningkatkan akses dan penggunaan sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraannya;

(iii) peningkatan akses penduduk miskin terhadap pelayanan sosial dan

(iv) perbaikan penyediaan proteksi sosial bagi kelompok termiskin di antara yang miskin.

2. 

(i) perluasan akses yang merata pada pendidikan dasar khususnya bagi masyarakat miskin;

 (ii) peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan;

 (iii) penguatan tata kelola dan akuntabilitas pelayanan pendidikan. Disamping itu kebijakan alokasi dana pemerintah bagi sektor pendidikan minimal sebesar 20 persen dari jumlah anggaran nasional akan diteruskan untuk mengakselerasi pencapaian pendidikan dasar universal pada tahun 2015.

3. 

i) peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan dalam pembangunan
ii) perlindungan perempuan terhadap berbagai tindak kekerasan; dan
iii) peningkatan kapasitas kelembagaan PUG dan pemberdayaan perempuan.
4. 

Angka kematian bayi di Indonesia menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dari 68 pada tahun 1991 menjadi 34 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2007, sehingga target sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 diperkirakan dapat tercapai. Demikian pula dengan target kematian anak diperkirakan akan dapat tercapai. Namun demikian, masih terjadi disparitas regional pencapaian target, yang mencerminkan adanya perbedaan akses atas pelayanan kesehatan, terutama di daerah-daerah miskin dan terpencil. Prioritas kedepan adalah memperkuat sistem kesehatan dan meningkatkan akses pada pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin dan daerah terpencil.

5. 

(i) Perluasan pelayanan kesehatan berkualitas

(ii) Pelayanan obstetrik yang komprehensif

(iii) Peningkatan pelayanan keluarga berencana

(iiii) Penyebarluasan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat

6. 

(i) Pendekatan untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini terutama diarahkan pada upaya pencegahan dan menyediakan sistem pelayanan kesehatan nasional.

(ii) Pengendalian penyakit harus melibatkan semua pihak kepentingan dan memperkuat kegiatan promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

7. 

Upaya untuk mengakselerasi pencapaian target air minum dan sanitasi yang layak terus dilakukan melalui investasi penyediaan air minum dan sanitasi, terutama untuk melayani jumlah penduduk perkotaan yang terus meningkat. Untuk daerah perdesaan, penyediaan air minum dan sanitasi dilakukan melalui upaya pemberdayaan masyarakat agar memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan infrastruktur dan pembangunan sarana.

8. 

Indonesia merupakan partisipan aktif dalam berbagai forum internasional dan mempunyai komitmen untuk terus mengembangkan kemitraan yang bermanfaat dengan berbagai organisasi multilateral, mitra bilateral dan sektor swasta untuk mencapai pola pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan (pro-poor).

Resume Presentasi: Smart Mobility KONSEP SMART MOBILITY Konsep mobilitas cerdas adalah untuk mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan yang memungkinkan kelancaran transportasi tanpa perlu bagi orang untuk bertahan ketidaknyamanan, sementara pada saat yang sama mengurangi beban lingkungan yang ditempatkan di planet ini. PENERAPAN SMART MOBILITY - Tokyo Perusahaan mobil dari Jepang,Toyota telah membangun sebuah fasilitas yang diberi nama Smart Mobility Park yang ada di Toyota Ecoful Town, Jepang. Pembuatan fasilitas ini ditujukan kepada pemilik mobil Toyota Hybrid. Saat memarkir kendaraan mobil di Smart Mobility Park, konsumen Toyota dapat melakukan pengisian atau charging tenaga mobil listriknya. Fasilitas ini tidak hanya dapat menciptakan udara yang bersih, tetapi Toyota juga memberikan fasilitas sepeda listrik yang dapat digunakan oleh konsumen yang telah menjadi pelanggan Smart Mobility Park. KAJIAN TERHADAP ISLAM “Bukankah allah telah menjelaskan alat transportsi modern di dalam al quran dan kuda dan bigol dan himar supaya kamu menugganginya dan allah mencipatakan apa yang kalian tidak ketahui (surat an nahl) pemahaman makna apa yang kalian tidak ketahui adalah makna tersirat alat transportasi modern . Karna andai kata allah berfirman menggunakan makna dhohir niscaya orang arab akan mengolok olok karna dizaman tersebut masih tidak ada alat tersebut. Sehingga kuffar dahulu tidak ada yang berani menyalahkan al quran…yang berani hanya megatakan sihir dan tenun.

Resume Presentasi: Smart Mobility

KONSEP SMART MOBILITY

Konsep mobilitas cerdas adalah untuk mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan yang memungkinkan kelancaran transportasi tanpa perlu bagi orang untuk bertahan ketidaknyamanan, sementara pada saat yang sama mengurangi beban lingkungan yang ditempatkan di planet ini.

PENERAPAN SMART MOBILITY

- Tokyo

Perusahaan mobil dari Jepang,Toyota telah membangun sebuah fasilitas yang diberi nama Smart Mobility Park yang ada di Toyota Ecoful Town, Jepang. Pembuatan fasilitas ini ditujukan kepada pemilik mobil Toyota Hybrid. Saat memarkir kendaraan mobil di Smart Mobility Park, konsumen Toyota dapat melakukan pengisian atau charging tenaga mobil listriknya. Fasilitas ini tidak hanya dapat menciptakan udara yang bersih, tetapi Toyota juga memberikan fasilitas sepeda listrik yang dapat digunakan oleh konsumen yang telah menjadi pelanggan Smart Mobility Park.

KAJIAN TERHADAP ISLAM

“Bukankah allah telah menjelaskan alat transportsi modern di dalam al quran dan kuda dan bigol dan himar supaya kamu menugganginya dan allah mencipatakan apa yang kalian tidak ketahui (surat an nahl)
pemahaman makna apa yang kalian tidak ketahui adalah makna tersirat alat transportasi modern . Karna andai kata allah berfirman menggunakan makna dhohir niscaya orang arab akan mengolok olok karna dizaman tersebut masih tidak ada alat tersebut. Sehingga kuffar dahulu tidak ada yang berani menyalahkan al quran…yang berani hanya megatakan sihir dan tenun.

Resume Presentasi: Smart Economy Pengertian Smart Economy Struktur yang menghubungkan penelitian, pelatihan dan bisnis untuk memungkinkan penyatuan bisnis dan pengetahuan ilmiah di suatu industri. Manfaat Strategi Pembangunan Ekonomi Ada manfaat yang signifikan yang timbul dari penyusunan strategi pembangunan ekonomi kolaboratif. Mereka adalah: Sebuah pemahaman umum dari driver ekonomi bagi sub-region dan keselarasan dalam hal pendekatan sub-regional; Peningkatan hubungan dan koordinasi antara dan di dalam semua bagian dari sektor ekonomi; Sebuah kesempatan untuk menyelaraskan prioritas daerah dengan orang-orang dari pemerintah pusat; Identifikasi peluang kunci dan prioritas; Satu set disepakati stretch target, tindakan, timing dan sumber daya untuk mendukung implementasi strategi; dan Sebuah kerangka kerja untuk mengevaluasi keberhasilan. Ayat Al-Quran Pendukung EKONOMI SYARIAH  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (٢٩)             Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Q:Ansisa :29)

Resume Presentasi: Smart Economy

Pengertian Smart Economy

Struktur yang menghubungkan penelitian, pelatihan dan bisnis untuk memungkinkan penyatuan bisnis dan pengetahuan ilmiah di suatu industri.

Manfaat Strategi Pembangunan Ekonomi

Ada manfaat yang signifikan yang timbul dari penyusunan strategi pembangunan ekonomi kolaboratif. Mereka adalah: Sebuah pemahaman umum dari driver ekonomi bagi sub-region dan keselarasan dalam hal pendekatan sub-regional; Peningkatan hubungan dan koordinasi antara dan di dalam semua bagian dari sektor ekonomi; Sebuah kesempatan untuk menyelaraskan prioritas daerah dengan orang-orang dari pemerintah pusat; Identifikasi peluang kunci dan prioritas; Satu set disepakati stretch target, tindakan, timing dan sumber daya untuk mendukung implementasi strategi; dan Sebuah kerangka kerja untuk mengevaluasi keberhasilan.

Ayat Al-Quran Pendukung EKONOMI SYARIAH

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (٢٩)            

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Q:Ansisa :29)

Resume Presentasi: Smart People Pengertian Smart People  Smart people adalah salah satu dimensi penting dari smart city, smart people tersebut dapat diartikan sebagai masyarakat yang berpatisipasi secara langsung demi terciptanya smart city. Pengaruh Smart People Dalam Smart City Modal sosial dalam smart people terhadap smart city sangat terpengaruh besar melalui  menguat: 1. Meningkatnya rasa tanggung jawab  terhadap kepentingan publik 2. Meluas partisipasi dalam proses demokrasi 3. Menguatnya serasian, dan menurunnya kejahatan. Penerapan Smart People Dalam Smart City Dalam proses penerapannya smart people ini dapat berbentuk komunitas-komunitas maupun organisasi-organisasi masyarakat turut mendukung konsep smart city maupun individu-individu yang mempunyai gagasan yang kreatif untuk mewujudkan perkembangan smart city, individu tersebut bisa berupa city leader ataupun forward thingkers „Sebagai contoh komunitas pecinta lingkungan(greenpeace) : „Komunitas ini bergerak dalam rencana melindungi alam sekitar demi keselarasan juga masa depan yang lebih baik. Komunitas ini adalah salah satu contoh dari “smart people” mengingat penerapan smart city bukan hanya dalam bentuk fisik saja tetapi harus ada dukungan dari masyarakat agar mengerti apa yang harus mereka lakukan dengan bentuk fisik kota yang sudah ada. Smart People Dan Peradaban Islam Dalam ayat Al-Baqarah 30 – 32 dijelaskan bahwa manusi di bumi di bumi ini sebagai khalifah, sebagai seseorang yang menjaga dan merawat semua yang telah Allah ciptakan. Allah ciptakan manusia dengan akal dan pikiran agar kita bisa berkembang, mendapatkan ilmu. Semua itu dilakukan semata mata untuk beribadah kepada Allah,sesungguhnya Allah telah melimpahkan ilmu tersebut lewat suatu hal agar manusi bisa berusaha untuk mendapatkannya, dan dengan ilmu tersebut manusia diharapkan bisa membuat hal yang bermanfaat dengan bijaksana dan tidak membuat bumi ini menjadi rusak. Ilmu tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan contohnya dengan berpikir kritis dan peka terhadap permasalahan yang ada agar dapat dicari solusi dan jalan keluarnya. Sesungguhnya semua kita jalani di dunia ini baik itu permasalahan yang ada, semua jawabannya terdapat dalam al quran. Al-Quran sebagai sumber ilmu, dan sbagai petunjuk untuk menjalani hidup ini, karena smart people itu merupakan seseorang yang ikut berpartisipasi agar dapat menunjang konsep dari smart city tersebut. „

Resume Presentasi: Smart People

Pengertian Smart People

 Smart people adalah salah satu dimensi penting dari smart city, smart people tersebut dapat diartikan sebagai masyarakat yang berpatisipasi secara langsung demi terciptanya smart city.

Pengaruh Smart People Dalam Smart City

Modal sosial dalam smart people terhadap smart city sangat terpengaruh besar melalui  menguat:

1. Meningkatnya rasa tanggung jawab  terhadap kepentingan publik

2. Meluas partisipasi dalam proses demokrasi

3. Menguatnya serasian, dan menurunnya kejahatan.

Penerapan Smart People Dalam Smart City

Dalam proses penerapannya smart people ini dapat berbentuk komunitas-komunitas maupun organisasi-organisasi masyarakat turut mendukung konsep smart city maupun individu-individu yang mempunyai gagasan yang kreatif untuk mewujudkan perkembangan smart city, individu tersebut bisa berupa city leader ataupun forward thingkers

„Sebagai contoh komunitas pecinta lingkungan(greenpeace) :
„Komunitas ini bergerak dalam rencana melindungi alam sekitar demi keselarasan juga masa depan yang lebih baik. Komunitas ini adalah salah satu contoh dari “smart people” mengingat penerapan smart city bukan hanya dalam bentuk fisik saja tetapi harus ada dukungan dari masyarakat agar mengerti apa yang harus mereka lakukan dengan bentuk fisik kota yang sudah ada.

Smart People Dan Peradaban Islam

Dalam ayat Al-Baqarah 30 – 32 dijelaskan bahwa manusi di bumi di bumi ini sebagai khalifah, sebagai seseorang yang menjaga dan merawat semua yang telah Allah ciptakan. Allah ciptakan manusia dengan akal dan pikiran agar kita bisa berkembang, mendapatkan ilmu. Semua itu dilakukan semata mata untuk beribadah kepada Allah,sesungguhnya Allah telah melimpahkan ilmu tersebut lewat suatu hal agar manusi bisa berusaha untuk mendapatkannya, dan dengan ilmu tersebut manusia diharapkan bisa membuat hal yang bermanfaat dengan bijaksana dan tidak membuat bumi ini menjadi rusak. Ilmu tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan contohnya dengan berpikir kritis dan peka terhadap permasalahan yang ada agar dapat dicari solusi dan jalan keluarnya. Sesungguhnya semua kita jalani di dunia ini baik itu permasalahan yang ada, semua jawabannya terdapat dalam al quran. Al-Quran sebagai sumber ilmu, dan sbagai petunjuk untuk menjalani hidup ini, karena smart people itu merupakan seseorang yang ikut berpartisipasi agar dapat menunjang konsep dari smart city tersebut.

„
Resume Presentasi : Smart Live Smart live merupakan paradigma gaya hidup yang mengutamakan kecermatan, kepraktisan, dan kreativitas.   Menurut Ossiatzki (konsultan arsitek design) “Konsep smart living intinya merupakan konsep tempat tinggal yang tak hanya berpusat pada estetika, namun juga kondisi sang pemilik dan lingkungan sekitarnya”. Konsep Smart Live mencakup: 1. Kenyamanan 2. Keamanan 3. Efisien 4. Sehat Penerapan Smart Live 1. Belanda Ministerie van onderwijs, cultuur en wetenschappen (OCW) adalah “mewujudkan bangsa belanda yang cerdas, mampu, dan kreatif”, menggambarkan gaya hidup masyarakat belanda yang mengutamakan keseimbangan antara bekerja dan hidup sehari-hari. 2. Jepang Kecerdasaran terbentuk dari perpaduan faktor genetis, kultur dan lingkungan. Bibit pintar akan tumbuh jika di antara ketiga faktor tersebut tumbuh sinergi yang saling melengkapi. Secara genetis orang tua yang cerdas akan menurunkan anak-anak yang cerdas, tetapi kecerdasan akan tampak jika kebiasaan sehari-hari (kultur) termasuk pola konsumsi turut mendukung, serta ditunjang oleh lingkungan yang kondusif. Kajian Islam Terhadap Konsep Smart Life Salah satu manfaat dan khasiat Riyadhoh Ayat Kursi adalah melatih dan mengasah kepekaan batin bagi yang mengamalkannya. Dimana kepekaan batin ini sangat penting dan diperlukan oleh Pengamal untuk membaca Isyarah dan petunjuk Allah yang tersirat untuk mengentaskan dan menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Dengan memiliki kepekaan batin di dalam membaca isyarah dan petunjuk Allah akan memudahkan dan meringankan di dalam mengentaskan dan menyelesaikan masalah yang ada dalam hidup. Inilah yang dinamakan SMART LIVE atau Hidup Yang cerdas / Pintar.

Resume Presentasi : Smart Live

Smart live merupakan paradigma gaya hidup yang mengutamakan kecermatan, kepraktisan, dan kreativitas.

  Menurut Ossiatzki (konsultan arsitek design) “Konsep smart living intinya merupakan konsep tempat tinggal yang tak hanya berpusat pada estetika, namun juga kondisi sang pemilik dan lingkungan sekitarnya”.

Konsep Smart Live mencakup:

1. Kenyamanan

2. Keamanan

3. Efisien

4. Sehat

Penerapan Smart Live

1. Belanda

Ministerie van onderwijs, cultuur en wetenschappen (OCW) adalah “mewujudkan bangsa belanda yang cerdas, mampu, dan kreatif”, menggambarkan gaya hidup masyarakat belanda yang mengutamakan keseimbangan antara bekerja dan hidup sehari-hari.

2. Jepang

Kecerdasaran terbentuk dari perpaduan faktor genetis, kultur dan lingkungan. Bibit pintar akan tumbuh jika di antara ketiga faktor tersebut tumbuh sinergi yang saling melengkapi. Secara genetis orang tua yang cerdas akan menurunkan anak-anak yang cerdas, tetapi kecerdasan akan tampak jika kebiasaan sehari-hari (kultur) termasuk pola konsumsi turut mendukung, serta ditunjang oleh lingkungan yang kondusif.

Kajian Islam Terhadap Konsep Smart Life

Salah satu manfaat dan khasiat Riyadhoh Ayat Kursi adalah melatih dan mengasah kepekaan batin bagi yang mengamalkannya. Dimana kepekaan batin ini sangat penting dan diperlukan oleh Pengamal untuk membaca Isyarah dan petunjuk Allah yang tersirat untuk mengentaskan dan menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Dengan memiliki kepekaan batin di dalam membaca isyarah dan petunjuk Allah akan memudahkan dan meringankan di dalam mengentaskan dan menyelesaikan masalah yang ada dalam hidup. Inilah yang dinamakan SMART LIVE atau Hidup Yang cerdas / Pintar.

Resume Presentasi Smart City di Indonesia Smart City, merupakan sebuah konsep kota cerdas/pintar yang membantu masyarakat mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat/lembaga dalam melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya. Indikator Smart City -> Keamanan Publik, Pemerintahan, Perencanaan dan Pembangunan KotaPintar, Lingkungan yang Lestari, Penyimpanan Energi dan Sumberdaya Air, Transportasi, Pelayanan Pendidikan, Pelayanan Kesehatan, dan Program Sosial. Berikut adalah beberapa Kota yang sudah mulai menerapkan konsep SmartCity: 1. Bandung Terdapat 5000 Wifi yang terpasang di setiap ruang publik, seperti Taman, Mesjid, dan Gereja. Pelayanan publik lewat jejaring sosial media, seperti twitter. Setiap dinas memiliki data digital untuk persiapan Operation Room. Smart Government : meng-upgrade sistem di pemerintahan dari paper ke paperless dengan sistem informasi yang user-friendly Empowering : bantuan meningkatkan skill IT untuk pemkot dan masyarakat. Kartu parkir prabayar 2. Balikpapan Balikpapan adalah suatu kota yang akan didirikan data center terbesar di Indonesia Data center di Balikpapan akan berdampak positif, bagi penyungsung IT yang sedang marak di Indonesia Kota yang berbabis cerdas teknologi ini akan menghasilkan kreativitas digital ( Digital Creative Center) bagi para pengguna teknologi yang ada di Kalimantan timur, khususnya Balikpapan. Data center di Balikpapan sudah mengalahkan Luas data center yang ada di Surabaya (5.500 m2), sentul (8.000 m2) dan serprong (20.000 m2) 3. Makassar Smart Library Smart Mading Inf- Jalan Layang di Pantai Losari Dari Belakang HGM (Hotel Golden Makassar) ke Depan Fort Rotterdamrastruktur kota yang lebih maju dan lengkap Perkembangan mesin ATM SBerBank dapat melayani customer Smart Hospital, menambahkan perangkat sensor pada pasien (location tracking devices) dan papan status yang ditempatkan diruang tunggu untuk melacak keberadaan pasien (electronic status board) Smart Parking Censor Platform, fitur mengisi bensin dan menambahkan fitur cuci kendaraan dan service 4. Surabaya Kota Surabaya adalah kota yang memenangkan ajang Smart City Award 2011 Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus ekploratoris yang berbekal sedikit teori dan mengeksplorasi fenomena kasus. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa proses pembangunan Kota Surabaya menuju Smart City Pendekatan secara holistik. Terdapat 4 fase di dalamnya, yaitu fase pembenahan internal pemerintah, fase penguatan modal sosial, fase pengembangan layanan eksternal pemerintah, dan fase pengembangan layanan kota berbasis teknologi tinggi. Kajian Islam Tentang Kota - Peradaban Islam dari masa Bani Abbasiyah hingga Dinasti Umayyah Pada masa Dinasti Abbasiyah, kota yang terkenal adalah Baghdad. •Kota ini-merujuk Ma’ruf Misbah (1996)-merupakan kota yang paling indah. •Konstruksi kota ini dikerjakan oleh lebih dari 100 ribu pekerja. •Di kota ini, terdapat istana di pusat kota, asrama pegawai, rumah kepala polisi, dan rumah keluarga khalifah. •Di luar Kota Baghdad dibangun kota satelit, seperti Rushafah dan Karakh. Kedua kota tersebut dilengkapi dengan kantor, toko-toko, rumah, taman, kolam, dan sebagainya. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba, atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah al-Mutawakkil.

Resume Presentasi Smart City di Indonesia

Smart City, merupakan sebuah konsep kota cerdas/pintar yang membantu masyarakat mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat/lembaga dalam melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya.

Indikator Smart City -> Keamanan Publik, Pemerintahan, Perencanaan dan Pembangunan KotaPintar, Lingkungan yang Lestari, Penyimpanan Energi dan Sumberdaya Air, Transportasi, Pelayanan Pendidikan, Pelayanan Kesehatan, dan Program Sosial.

Berikut adalah beberapa Kota yang sudah mulai menerapkan konsep SmartCity:

1. Bandung

Terdapat 5000 Wifi yang terpasang di setiap ruang publik, seperti Taman, Mesjid, dan Gereja. Pelayanan publik lewat jejaring sosial media, seperti twitter. Setiap dinas memiliki data digital untuk persiapan Operation Room. Smart Government : meng-upgrade sistem di pemerintahan dari paper ke paperless dengan sistem informasi yang user-friendly Empowering : bantuan meningkatkan skill IT untuk pemkot dan masyarakat. Kartu parkir prabayar

2. Balikpapan

Balikpapan adalah suatu kota yang akan didirikan data center terbesar di Indonesia Data center di Balikpapan akan berdampak positif, bagi penyungsung IT yang sedang marak di Indonesia Kota yang berbabis cerdas teknologi ini akan menghasilkan kreativitas digital ( Digital Creative Center) bagi para pengguna teknologi yang ada di Kalimantan timur, khususnya Balikpapan. Data center di Balikpapan sudah mengalahkan Luas data center yang ada di Surabaya (5.500 m2), sentul (8.000 m2) dan serprong (20.000 m2)

3. Makassar

Smart Library Smart Mading Inf- Jalan Layang di Pantai Losari Dari Belakang HGM (Hotel Golden Makassar) ke Depan Fort Rotterdamrastruktur kota yang lebih maju dan lengkap Perkembangan mesin ATM SBerBank dapat melayani customer Smart Hospital, menambahkan perangkat sensor pada pasien (location tracking devices) dan papan status yang ditempatkan diruang tunggu untuk melacak keberadaan pasien (electronic status board) Smart Parking Censor Platform, fitur mengisi bensin dan menambahkan fitur cuci kendaraan dan service

4. Surabaya

Kota Surabaya adalah kota yang memenangkan ajang Smart City Award 2011 Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus ekploratoris yang berbekal sedikit teori dan mengeksplorasi fenomena kasus. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa proses pembangunan Kota Surabaya menuju Smart City Pendekatan secara holistik. Terdapat 4 fase di dalamnya, yaitu fase pembenahan internal pemerintah, fase penguatan modal sosial, fase pengembangan layanan eksternal pemerintah, dan fase pengembangan layanan kota berbasis teknologi tinggi.

Kajian Islam Tentang Kota

- Peradaban Islam dari masa Bani Abbasiyah hingga Dinasti Umayyah

Pada masa Dinasti Abbasiyah, kota yang terkenal adalah Baghdad.

•Kota ini-merujuk Ma’ruf Misbah (1996)-merupakan kota yang paling indah.
•Konstruksi kota ini dikerjakan oleh lebih dari 100 ribu pekerja.
•Di kota ini, terdapat istana di pusat kota, asrama pegawai, rumah kepala polisi, dan rumah keluarga khalifah.
•Di luar Kota Baghdad dibangun kota satelit, seperti Rushafah dan Karakh. Kedua kota tersebut dilengkapi dengan kantor, toko-toko, rumah, taman, kolam, dan sebagainya.

Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba, atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah al-Mutawakkil.

Resume Presentasi Kelompok Smart Environment Mark Weiser dalam tulisannya (Mark Weiser, 1999, 3–11) memberikan sebuah visi tentang pengembangan sebuah lingkungan yang beradaptasi membantu manusia dalam melakukan kegiatannya. Smart Environment (Lingkungan Cerdas) Terwujudnya sebuah lingkungan pintar ini tentunya tidak terlepas dari teknologi-teknologi pendukung di belakangnya. Teknologi perangkat keras dan perangkat lunak yang berkembang saat ini telah dapat memberikan fungsionalitas yang sebelumnya belum dapat terwujud. Selain itu, harga perangkat yang semakin turun membuat teknologi tersebut terjangkau. Untuk membangun lingkungan yang cerdas, melibatkan teknologi : •Komunikasi Nirkabel •Desain algoritma, Signal Prediksi & Klasifikasi, teori Informasi, •Berlapis-lapis Software Architecture, Corba, middleware •speech recognition •Pengolahan citra, gambar pengakuan •Sensor desain, kalibrasi, Motion deteksi, suhu, sensor tekanan, accelerometers •Adaptif kontrol, filter Kalman •Jaringan Komputer •pemrosesan paralel •Sistem operasi Teknologi Penunjang (Enabler Technology): 1. Sumber energi 2. Sensor 3. Aktuator 4. Jaringan 5. Middleware 6. Aplikasi

Resume Presentasi Kelompok

Smart Environment

Mark Weiser dalam tulisannya (Mark Weiser, 1999, 3–11) memberikan sebuah visi tentang pengembangan sebuah lingkungan yang beradaptasi membantu manusia dalam melakukan kegiatannya.

Smart Environment (Lingkungan Cerdas)

Terwujudnya sebuah lingkungan pintar ini tentunya tidak terlepas dari teknologi-teknologi pendukung di belakangnya. Teknologi perangkat keras dan perangkat lunak yang berkembang saat ini telah dapat memberikan fungsionalitas yang sebelumnya belum dapat terwujud. Selain itu, harga perangkat yang semakin turun membuat teknologi tersebut terjangkau.

Untuk membangun lingkungan yang cerdas, melibatkan teknologi :

•Komunikasi Nirkabel
•Desain algoritma, Signal Prediksi & Klasifikasi, teori Informasi,
•Berlapis-lapis Software Architecture, Corba, middleware
•speech recognition
•Pengolahan citra, gambar pengakuan
•Sensor desain, kalibrasi, Motion deteksi, suhu, sensor tekanan, accelerometers
•Adaptif kontrol, filter Kalman
•Jaringan Komputer
•pemrosesan paralel
•Sistem operasi
Teknologi Penunjang (Enabler Technology):
1. Sumber energi
2. Sensor
3. Aktuator
4. Jaringan
5. Middleware
6. Aplikasi
SMART CITY SECARA GLOBAL Bahan Presentasi Kelompok 4 A.     Konsep Smart City Konsep Smart City pada umumnya adalah suatu konsep bagaimana situasi kota bisa diketahui oleh pengelolaanya, warganya, atau calon pendatang, sehingga kalau ada ketidakberesan di suatu kota, pemangku kepentingan bisa segera mengambil keputusan segera. Berikut ini adalah beberapa konsep lainnya mengenai smar city: Sebuah kota yang berkinerja baik dengan berpandangan ke dalam ekonomi,  penduduk, pemerintahan, mobilitas, lingkungan hidup, Sebuah kota yang mengontrol dan mengintegrasi semua infrastruktur  termasuk jalan, jembatan, terowongan, rel, kereta bawah tanah, bandara, pelabuhan, komunikasi, air, listrik, dan pengelolaan gedung. Dengan  begitu dapat mengoptomalkan sumber daya yang dimilikinya serta merencanakan pencegahannya. Kegiatan pemeliharaan dan keamanan dipercayakan kepada penduduknya, Dapat menghubungkan infrastuktur fisik, infrastruktur IT, infrastruktur social, dan bisnis infrastruktur untuk meningkatkan kecerdasan kota, Smart city membuat kota lebih efisien dan layak huni, Penggunaan smart computing untuk membuat smart city dan fasilitasnya meliputi pendidikan, kesehatan, keselamatan umum, transportasi yang lebih cerdas, saling berhubungan dan efisien. Dari beberapa konsep diatas dapat disimpulkan bahwa Smart City merupakan sebuah konsep kota cerdas yang membantu masyarakat dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya ataupun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya baik kejadian positif maupun negatif. Dalam penerapannya Smart City dibantu oleh aplikasi khusus yang merupakan suatu layanan berbasis sistem yang memberikan layanan secara terpadu, yaitu layanan IT termasuk situs internet dan aplikasi, layanan hosting dan layanan dukungan profesional lainnya. Dalam prosesnya, smart city memiliki beberapa tahap yang harus dilalui, anatara lain: Cyber atau Digital City Terdiri atas data manual atau hardcopy dan infrastruktur TIK dan digitalisasi data, Electronic government Yaitu penggunaan sistem informasi transaksional secara sektoral, Smart city Yaitu penggunaan sistem informasi terintergrasi Smart city ini pada intinya memiliki 6 dimensi yaitu ekonomi yang cerdas, mobilitas cerdas, lingkungan pintar, orangnya cerdas, cerdas dalam hidup dan akhirnya pemerintahan yang cerdas pula. Hal-hal yang mesti diperhatikan untuk menuju Smart City sebagai berikut:        1. Data Manual        2. Infrastuktur TIK dan Digitalisasi        3. Penggunaan sistem informasi transaksional secara sektoral, dan sebagainya. How To Become A Smart City : Berikut ini adalah beberapa faktor yang penting untuk dipertimbangkan saat merencanakan sebuah kota menjadi Smart City. w  Mendorong dan mengembangkan pola baru struktur kepemimpinan dan tata kelola Kota dan para pelaku usaha harus dapat bekerjasama dalam memperjuangkan konsep Smart City, menyikapi tantangan dengan bijaksana untuk mendapatkan keberhasilan dalam melayani masyarakat. Pemimpin Kabupaten/Kota perlu kepercayaan dan dukungan dari mitra usaha; demikian juga sebaliknya, para pelaku usaha membutuhkan dukungan dari para pemimpin kota. w  Bekerjasama dengan melibatkan semua pihak Untuk berhasil melaksanakan misi sebagai Kota pintar, Pemimpin Kabupaten/Kota harus dapat bekerjasama menyelaraskan kepentingan dan tujuan dari berbagai sektor, lembaga masyarakat, sektor swasta dan seluruh komponen masyarakat. Misalnya bagaimana pemerintah Kota Yokohama membuat warganya berperan aktif dalam mengubah perilaku dan sikap keseluruhan warga untuk kepentingan bersama yang menguntungkan seluruh komponen masyarakat. w  Membangun dan menggunakan infrastruktur pintar Pemimpin Kabupaten/Kota harus mulai menjajaki teknologi dan konsep infrastruktur yang modern, terintegrasi dan pintar. Dengan menghadiri Konferensi dan pameran teknologi di seluruh dunia sehingga memiliki pengetahuan dan menimba pengalaman dari berbagai kota di negara lain sehingga akan lebih mudah untuk memulai inisiatif pembangunan kota pintar di daerahnya. w  Mempersiapkan model pembiayaan yang mampu menjawab tantangan dan peluang ke depan Model standar pembiayaan investasi infrastruktur konvensional biasanya tidak memadai dalam membangun sebuah kota pintar, sehingga diperlukan model dan pendekatan baru. Misalnya, menggunakan tabungan dari teknologi dengan model jatuh tempo seperti smart meter, bisa mendanai penelitian teknologi lainnya dan pengembangan bersama berbagai bagian dari infrastruktur pintar. Dalam kebanyakan kasus, kemitraan publik-swasta akan dapat mendanai investasi infrastruktur yang dibutuhkan untuk merevitalisasi kota. Misalnya, 1990-2009, lebih dari 1.400 kemitraan publik-swasta, yang mewakili sekitar $ 350 miliar modal kerja, telah didirikan di seluruh Uni Eropa dalam mendukung pembanguan Kota Pintar. Pengelolaan kota bisa menjadi katalisator untuk menyatukan sektor publik dan swasta dalam membangun model pembiayaan dan managemen yang menghasilkan pola kemitraan yang lebih baik. Pendekatan ini membutuhkan inisiatif dan koordinasi dari semua pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta. Koordinasi dan kerjasama yang baik dapat menyelaraskan kepentingan dan keseimbangan pembagian risiko di antara semua pihak. w  Model Pembiayaan : Untuk membangun dan mengembangkan sebuah kota konvensional menjadi Kota Pintar dapat menggunakan sumber pembiayaan sebagai berikut; • APBN dan APBD Sumber pendanaan ini merupakan pendanaan yang sudah dilakukan selama ini dalam membangun kota, yaitu dari Anggaran Pemerintah termasuk dari Anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang cukup terbatas, dengan pola perencanaan pembangunan tiap tahun dan dieksekusi pada tahun berikutnya. Kekurangan dari pola pendanaan ini adalah sulit menciptakan program pembangunan yang berkelanjutan. • Obligasi Daerah Pendanaan bersumber dari obligasi daerah merupakan pendanaan dengan melibatkan masyarakat untuk bisa menjadi shareholder pada pembangunan di kotanya. Sumber dana dari capital market yang cenderung memilki kemampuan sebagai sumber dana tanpa batas. Obligasi daerah bisa menjadi potensi pendanaan masa depan untuk mewujudkan Kota Pintar dengan melibatkan masyarakat dan pelaku bisinis di daerah untuk aktif sebagai shareholder. • Public Private Partnership (PPP) PPP atau Kemitraan Pemerintah Swasta menjadi alternative pendanaan yang cukup mudah diterapkan untuk pembangunan kota, yaitu melibatkan swasta untuk membantu mendanai program-program pemerintah dengan diberikan hak kelola pada swasta dalam durasi konsesi kerjasama tertentu. • Foreign Direct Investment (FDI) Foreign Direct Investment adalah sumber pendanaan yang secara langsung datang dari investor asing, untuk mendanai program-program pembangunan perkotaan. FDI akan membutuhkan dukungan kemudahan administrasi dari Pemerintah Kota untuk mencairkan dana dari asing tersebut. FDI bisa untuk mendanai program pemerintah atau kerjasama langsung dengan swasta. • Specific Purposed Bonds (SPB) Specific Purposed Bonds juga merupakan sumber pendanaan masa depan yang sangat baik. Program pemerintah yang sangat besar misalnya membangun MRT (Mass Rapid Transport) atau membangun system transportasi massal yang memerlukan investasi yang sangat besar, dimana terjadi situasi Pemerintah tidak sanggup mendanai dan Swasta juga tidak berani mendanai, sehingga SPB bisa menjadi solusi dengan menerbitkan bonds/saham yang khusus untuk membangun MRT dan saham ditawarkan pada masyarakat. Masyarakat yang memahami arti penting adanya transport masal yang effektif di sebuah kota akan dengan senang hati akan membeli saham tersebut dan akan ikut aktif berpartisipasi agar program tersebut dapat terealisasi dan terjaga dengan baik. Sebuah kota dapat dikategorikan sebagai sebuah Smart City ketika telah memenuhi beberapa kriteria, dimana kriteria besarnya adalah:   1. Faktor yang pertama dari sebuah Smart City, “Smart Mobile Services”. Kota tersebut harus mempunyai Contactless/NFC (Near Field Communication) index yang tinggi, artinya kota tersebut menyediakan fasilitas yang memadai bagi tersedianya untuk melakukan transaksi “business” tanpa harus terjadi kontak fisik ketika terjadi proses pembayarannya, jadi Smart City harus didukung oleh POS (point of sales) contactless yang cukup banyak untuk dapat dikategorikan sebagai Smart City. Selain itu juga penetrasi dari handset yang dapat mendukung terjadinya transaksi yang contactless juga harus banyak, yang ditunjang oleh ketersedian service untuk transaksi digital tersebut.  Kemudian sebuah Smart City juga harus mendapat dukungan yang memadai dari warga kota tersebut yang juga aktif dalam menggunakan sebuah feature yang contactless ditambah lagi dengan pengembangan aplikasi mobile yang memadahi, sehingga akan terjadi interaksi yang aktif dari pemerintah sebagai pengembang Smart City dan feed back dari warga sebagai pengguna, sehingga semua aktivitas yang dilakukan dapat terjadi secara digital.  2.        Faktor kedua yang mendukung sebuah kota menjadi Smart City yaitu dengan adanya ketersediaan infrastructure bagi mobile communication, yang dapat meliputi mobile broadband, connected transport, sensors in public spaces, smart energy dan free wifi. Salah satu parameter yang dijadikan indicator penting bagi keberadaan sebuah Smart City yaitu dengan memantau energy yang digunakan pada tataran perumahan, apakah energy yang digunakan cukup efficient serta termonitor dengan sangat baik atau tidak.  Sensors otomatis pada ruang public yang meliputi sensor pada ruang parkir misalnya, kemudian sensor pada pada ruang public yang digunakan pada lampu jalanan, taman dsb. Selin itu apakah sensor juga cukup baik digunakan pada proses pengelolaan sampah dan limbah?  Selain itu pula ruang public harus di dukung oleh ketersediaan free hot spot wifi sehingga memudahkan bagi semua warga dan juga tourist untuk dapat melakukan access data communication dan juga transaksi digital dengan mudah dan baik.  3.        Faktor ketiga yang dijadikan indikator bagi sebuah kota disebut sebagai Smart City, “Smart Mobile Citizen” merupakan indikator yang menunjukkan seberapa besar warga bagi kota tersebut yang menggunakan smart phone yang dilihat dari % penetrasi bagi pengguna smart phone salam sebuah kota.  Selain itu, parameter lain nya adalah seberapa besar traffic data volume yang digunakan oleh semua warga yang mendiami kota tersebut dijadikan indikator seberapa cerdas kota tersebut menurut ukuran GSM association. Kemudian berapa banyak rumah yang telah menggunakan energy smart monitoring systems, bahwa semua energy yang digunakan oleh sebuah rumah sudah di control dengan menggunakan mobile communication sehingga semua penggunaan energy nya menjadi terukur yang sejalan dengan konsep green environment yang menjadi salah satu target pengembangan technology ke depan, yaitu sebuah technology yang ramah dan efficient dalam penggunaan energy.  4.        Faktor ke empat, indikator yang tentang sebuah kota yang disebut sebagai smart city, aspek business, economic & mobile cluster impact. Salah satu poin yang ditekankan pada factor ini adalah open data, bahwa kota tersebut harus menjamin bahwa data yang ada harus dibuka seluas-luasnya sehingga memudahkan bagi application developer dan juga operator telecommunication untuk menggunakan data tersebut sehingga memancing krativitas bagi mereka untuk meng create sebuah service atau aplikasi yang baru untuk menunjang smart city dengan focus pada transaksi digital.             Melihat parameter-parameter yang digunakan diatas, rasanya sangat mungkin untuk kita terapkan di salah satu kota di Indonesia. Dari situ, bisa dikembangkan dalam lingkup RT/RW sehingga akan tercipta sebuah miniature Smart City dalam lingkup RT/RW menjadi sesuatu yang sangat mungkin dan mudah untuk diterapkan, tinggal seberapa besar kemauan kita untuk mewujudkannya. B.  Penerapan Smart City Dalam perkembangannya smart city telah banyak diterapkan di berbagai kota-kota modern, salah satu contohnya adalah kota Copenhagen (Denmark) yang merupakan salah satu kota cerdas di dunia yang fokus di bidang lingkungan. Beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota Copenhagen adalah menargetkan efisiensi energi, penggalakkan green building, dan menambah akses transit di kotanya. Penduduk kotanya pun tidak tinggal diam, 40% dari mereka secara aktif menggunakan sepeda untuk bepergian, sementara pemerintahnya mengembangkan teknologi terkini menyangkut peralatan bersepeda untuk masyarakatnya. Membandingkan dengan kota Seoul (Korea Selatan), kota cerdas di Seoul mengutamakan pemanfaatan teknologi informasi yang digunakan untuk pelayanan public. Tujuannya adalah agar hubungan-hubungan tata pemerintahan (governance) anatara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat lebih efisien, efektif dan produktif.  Dalam interaksi pemerintah ataupun swasta dikota seoul dan masyarakat sebagai pengguna layanan, teknologi informasi yang disediakan membantu mengurangi biaya administrasi, relasi dan interaksi untuk mekanisme pelayanan public. Sehingga membuka peluang bagi pemerintah kota seoul untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru. Selain itu dampak positif yang dari hasil terapan sistem ini di kota seoul adalah semakin mudahnya masyarakat untuk berinteraksi dengan satuan-satuan dalam pemerintahan sehingga tercipta mekanisme kebijakan dan pelayanan publik yang terbuka dan demokratis. Kota Tokyo snediri telah menjadi kota Asia pertama yang berencana membangun sebuah kota kecil di daerah pinggir kota. Bekerja sama dengan vendor Panasonic, Accenture, dan Tokyo Gas, kota satelit ini akan memiliki rumah dengan panel surya, penyimpanan daya baterai, dan peralatan yang hemat energi dimana semuanya akan terhubung. Sehingga kota Tokyo mampu menciptakan energi surya dan energi anginnya sendiri. Kerjasama yang diadakan juga menghasilkan rumah-rumah yang telah dilengkapi dengan sistem otomatis untuk memperkirakan kondisi cuaca, lampu LED, serta generator tenaga surya yang menciptakan listrik mandiri. Selain itu pemerintah Tokyo juga menyediakan alat telecommuting untuk menyimpan jutaan emisi karbondioksida pertahun. Berbeda halnya dengan kota Barcelona, Kota ini menjadi pemimpin smart city dalam kategori solusi pengurangan emisi karbon. Kota ini menjadi salah satu  kota pertama yang memperkenalkan teknologi tenaga surya. Barcelona baru-baru ini juga  meluncurkan proyek LIVE EV (Electroniv Vehicle) untuk mempromosikan adopsi mobil listrik  ke masyarakat, beserta infrastruktur isi ulang dayanya. Upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah kota Barcelona adalah 50% energi penerangan dikontrol dari jauh, 12% taman kotanya telah memiliki alat pengendali irigasi jarak jauh, dan penambahan jalur sepeda dan pejalan kaki sepanjang 2 km. C.  Kajian Islam terhadap Smart City Dalam pengembangan smart city yang menggunakan teknologi-teknologi canggih dalam pengaplikasiannya. Teknologi yang digunakan salah satu contohnya adalah teknologi digital yang mengakibatkan perkembangan teknologi yang berbasis jaringan makin canggih. Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al Anbiya ayat 80 dan 81. Artinya : “Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). 81. Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S Al Anbiya21:80-81) Ayat tersebut kaitannya dengan  perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berawal dari perkembangan logam : besi. Perkembangan ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menunjukkan jati dirinya dalam peradaban manusia dewasa ini. Sudah tentu tidak dapat diingkari dan dipandang sebelah mata, peran perkembangan teknologi informasi telah memberikan share yang signifikan terhadap nilai tambah ekonomi. Efisiensi dalam berbagai bidang, khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan biaya melalui kecepatan dan ketepatan informasi, serta performa fisik telah dapat ditingkatkan dengan sangat drastis, sekaligus berarti telah mampu mengefisienkan penggunaan tempat dalam artian kapasitas ruang. D. Saran dan Kesimpulan Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas didapatkan kesimpulan bahwa smart city merupakan kota berbasis teknologi digital dimana konsep kota cerdas merupakan membantu masyarakat dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya ataupun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya baik kejadian positif maupun negatif. 2. Saran Berdasarkan contoh-contoh kota modern atau kota pintar yang ada Indonesia diharapkan bisa lebih meningkatkan lagi fasilitas-fasilitas umum yang ada seperti penambahan jalur sepeda, pengaturan transportasi, sistem pemerintahannya, pengaturan fasilitas RTH dan sebagainya yang dapat meningkatkan taraf hidup suatu kota dan masyarakat. E. Daftar Pustaka http://prezi.com/b6ydbx5q96yz/smart-city/ http://www.biskom.web.id/2008/07/02/mewujudkan-cyber-city-di-indonesia.bwi http://idwebdata.com/read/20/smart-city.html#.U2YCYVfQ4pQ http://inet.detik.com/read/2013/12/04/133529/2432278/398/2/indonesia-mau-bangun-kota-pintar-ini-syaratnya http://septians09.student.ipb.ac.id/2010/05/15/implementasi-kandungan-ayat-al-qur%E2%80%99an-terhadap-aktifitas-situs-social-networking-facebook-sebagai-alternatif-sarana-dakwah-efektif-melalui-internet/ http://catatankecil-indri.blogspot.com/2014/03/mendalami-konsep-smart-city-development.html http://catatankecil-indri.blogspot.com/2014/03/empat-kriteria-besar-smart-city.html

SMART CITY SECARA GLOBAL

Bahan Presentasi Kelompok 4

A.     Konsep Smart City

Konsep Smart City pada umumnya adalah suatu konsep bagaimana situasi kota bisa diketahui oleh pengelolaanya, warganya, atau calon pendatang, sehingga kalau ada ketidakberesan di suatu kota, pemangku kepentingan bisa segera mengambil keputusan segera.

Berikut ini adalah beberapa konsep lainnya mengenai smar city:

  1. Sebuah kota yang berkinerja baik dengan berpandangan ke dalam ekonomi,  penduduk, pemerintahan, mobilitas, lingkungan hidup,
  2. Sebuah kota yang mengontrol dan mengintegrasi semua infrastruktur  termasuk jalan, jembatan, terowongan, rel, kereta bawah tanah, bandara, pelabuhan, komunikasi, air, listrik, dan pengelolaan gedung. Dengan  begitu dapat mengoptomalkan sumber daya yang dimilikinya serta merencanakan pencegahannya. Kegiatan pemeliharaan dan keamanan dipercayakan kepada penduduknya,
  3. Dapat menghubungkan infrastuktur fisik, infrastruktur IT, infrastruktur social, dan bisnis infrastruktur untuk meningkatkan kecerdasan kota,
  4. Smart city membuat kota lebih efisien dan layak huni,
  5. Penggunaan smart computing untuk membuat smart city dan fasilitasnya meliputi pendidikan, kesehatan, keselamatan umum, transportasi yang lebih cerdas, saling berhubungan dan efisien.

Dari beberapa konsep diatas dapat disimpulkan bahwa Smart City merupakan sebuah konsep kota cerdas yang membantu masyarakat dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya ataupun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya baik kejadian positif maupun negatif.

Dalam penerapannya Smart City dibantu oleh aplikasi khusus yang merupakan suatu layanan berbasis sistem yang memberikan layanan secara terpadu, yaitu layanan IT termasuk situs internet dan aplikasi, layanan hosting dan layanan dukungan profesional lainnya.

Dalam prosesnya, smart city memiliki beberapa tahap yang harus dilalui, anatara lain:

  1. Cyber atau Digital City

Terdiri atas data manual atau hardcopy dan infrastruktur TIK dan digitalisasi data,

  1. Electronic government

Yaitu penggunaan sistem informasi transaksional secara sektoral,

  1. Smart city

Yaitu penggunaan sistem informasi terintergrasi

Smart city ini pada intinya memiliki 6 dimensi yaitu ekonomi yang cerdas, mobilitas cerdas, lingkungan pintar, orangnya cerdas, cerdas dalam hidup dan akhirnya pemerintahan yang cerdas pula.

Hal-hal yang mesti diperhatikan untuk menuju Smart City sebagai berikut:

       1. Data Manual

       2. Infrastuktur TIK dan Digitalisasi

       3. Penggunaan sistem informasi transaksional secara sektoral, dan sebagainya.

How To Become A Smart City :

Berikut ini adalah beberapa faktor yang penting untuk dipertimbangkan saat merencanakan sebuah kota menjadi Smart City.

w  Mendorong dan mengembangkan pola baru struktur kepemimpinan dan tata kelola

Kota dan para pelaku usaha harus dapat bekerjasama dalam memperjuangkan konsep Smart City, menyikapi tantangan dengan bijaksana untuk mendapatkan keberhasilan dalam melayani masyarakat. Pemimpin Kabupaten/Kota perlu kepercayaan dan dukungan dari mitra usaha; demikian juga sebaliknya, para pelaku usaha membutuhkan dukungan dari para pemimpin kota.

w  Bekerjasama dengan melibatkan semua pihak

Untuk berhasil melaksanakan misi sebagai Kota pintar, Pemimpin Kabupaten/Kota harus dapat bekerjasama menyelaraskan kepentingan dan tujuan dari berbagai sektor, lembaga masyarakat, sektor swasta dan seluruh komponen masyarakat. Misalnya bagaimana pemerintah Kota Yokohama membuat warganya berperan aktif dalam mengubah perilaku dan sikap keseluruhan warga untuk kepentingan bersama yang menguntungkan seluruh komponen masyarakat.

w  Membangun dan menggunakan infrastruktur pintar

Pemimpin Kabupaten/Kota harus mulai menjajaki teknologi dan konsep infrastruktur yang modern, terintegrasi dan pintar. Dengan menghadiri Konferensi dan pameran teknologi di seluruh dunia sehingga memiliki pengetahuan dan menimba pengalaman dari berbagai kota di negara lain sehingga akan lebih mudah untuk memulai inisiatif pembangunan kota pintar di daerahnya.

w  Mempersiapkan model pembiayaan yang mampu menjawab tantangan dan peluang ke depan

Model standar pembiayaan investasi infrastruktur konvensional biasanya tidak memadai dalam membangun sebuah kota pintar, sehingga diperlukan model dan pendekatan baru. Misalnya, menggunakan tabungan dari teknologi dengan model jatuh tempo seperti smart meter, bisa mendanai penelitian teknologi lainnya dan pengembangan bersama berbagai bagian dari infrastruktur pintar.

Dalam kebanyakan kasus, kemitraan publik-swasta akan dapat mendanai investasi infrastruktur yang dibutuhkan untuk merevitalisasi kota. Misalnya, 1990-2009, lebih dari 1.400 kemitraan publik-swasta, yang mewakili sekitar $ 350 miliar modal kerja, telah didirikan di seluruh Uni Eropa dalam mendukung pembanguan Kota Pintar.

Pengelolaan kota bisa menjadi katalisator untuk menyatukan sektor publik dan swasta dalam membangun model pembiayaan dan managemen yang menghasilkan pola kemitraan yang lebih baik. Pendekatan ini membutuhkan inisiatif dan koordinasi dari semua pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta. Koordinasi dan kerjasama yang baik dapat menyelaraskan kepentingan dan keseimbangan pembagian risiko di antara semua pihak.

w  Model Pembiayaan :

Untuk membangun dan mengembangkan sebuah kota konvensional menjadi Kota Pintar dapat menggunakan sumber pembiayaan sebagai berikut;

• APBN dan APBD

Sumber pendanaan ini merupakan pendanaan yang sudah dilakukan selama ini dalam membangun kota, yaitu dari Anggaran Pemerintah termasuk dari Anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang cukup terbatas, dengan pola perencanaan pembangunan tiap tahun dan dieksekusi pada tahun berikutnya. Kekurangan dari pola pendanaan ini adalah sulit menciptakan program pembangunan yang berkelanjutan.

• Obligasi Daerah

Pendanaan bersumber dari obligasi daerah merupakan pendanaan dengan melibatkan masyarakat untuk bisa menjadi shareholder pada pembangunan di kotanya. Sumber dana dari capital market yang cenderung memilki kemampuan sebagai sumber dana tanpa batas. Obligasi daerah bisa menjadi potensi pendanaan masa depan untuk mewujudkan Kota Pintar dengan melibatkan masyarakat dan pelaku bisinis di daerah untuk aktif sebagai shareholder.

• Public Private Partnership (PPP)

PPP atau Kemitraan Pemerintah Swasta menjadi alternative pendanaan yang cukup mudah diterapkan untuk pembangunan kota, yaitu melibatkan swasta untuk membantu mendanai program-program pemerintah dengan diberikan hak kelola pada swasta dalam durasi konsesi kerjasama tertentu.

• Foreign Direct Investment (FDI)

Foreign Direct Investment adalah sumber pendanaan yang secara langsung datang dari investor asing, untuk mendanai program-program pembangunan perkotaan. FDI akan membutuhkan dukungan kemudahan administrasi dari Pemerintah Kota untuk mencairkan dana dari asing tersebut. FDI bisa untuk mendanai program pemerintah atau kerjasama langsung dengan swasta.

• Specific Purposed Bonds (SPB)

Specific Purposed Bonds juga merupakan sumber pendanaan masa depan yang sangat baik. Program pemerintah yang sangat besar misalnya membangun MRT (Mass Rapid Transport) atau membangun system transportasi massal yang memerlukan investasi yang sangat besar, dimana terjadi situasi Pemerintah tidak sanggup mendanai dan Swasta juga tidak berani mendanai, sehingga SPB bisa menjadi solusi dengan menerbitkan bonds/saham yang khusus untuk membangun MRT dan saham ditawarkan pada masyarakat. Masyarakat yang memahami arti penting adanya transport masal yang effektif di sebuah kota akan dengan senang hati akan membeli saham tersebut dan akan ikut aktif berpartisipasi agar program tersebut dapat terealisasi dan terjaga dengan baik.

Sebuah kota dapat dikategorikan sebagai sebuah Smart City ketika telah memenuhi beberapa kriteria, dimana kriteria besarnya adalah: 

 1. Faktor yang pertama dari sebuah Smart City, “Smart Mobile Services”.

Kota tersebut harus mempunyai Contactless/NFC (Near Field Communication) index yang tinggi, artinya kota tersebut menyediakan fasilitas yang memadai bagi tersedianya untuk melakukan transaksi “business” tanpa harus terjadi kontak fisik ketika terjadi proses pembayarannya, jadi Smart City harus didukung oleh POS (point of sales) contactless yang cukup banyak untuk dapat dikategorikan sebagai Smart City. Selain itu juga penetrasi dari handset yang dapat mendukung terjadinya transaksi yang contactless juga harus banyak, yang ditunjang oleh ketersedian service untuk transaksi digital tersebut.

 Kemudian sebuah Smart City juga harus mendapat dukungan yang memadai dari warga kota tersebut yang juga aktif dalam menggunakan sebuah feature yang contactless ditambah lagi dengan pengembangan aplikasi mobile yang memadahi, sehingga akan terjadi interaksi yang aktif dari pemerintah sebagai pengembang Smart City dan feed back dari warga sebagai pengguna, sehingga semua aktivitas yang dilakukan dapat terjadi secara digital.

 2.        Faktor kedua yang mendukung sebuah kota menjadi Smart City yaitu dengan adanya ketersediaan infrastructure bagi mobile communication, yang dapat meliputi mobile broadband, connected transport, sensors in public spaces, smart energy dan free wifi. Salah satu parameter yang dijadikan indicator penting bagi keberadaan sebuah Smart City yaitu dengan memantau energy yang digunakan pada tataran perumahan, apakah energy yang digunakan cukup efficient serta termonitor dengan sangat baik atau tidak.

 Sensors otomatis pada ruang public yang meliputi sensor pada ruang parkir misalnya, kemudian sensor pada pada ruang public yang digunakan pada lampu jalanan, taman dsb. Selin itu apakah sensor juga cukup baik digunakan pada proses pengelolaan sampah dan limbah?

 Selain itu pula ruang public harus di dukung oleh ketersediaan free hot spot wifi sehingga memudahkan bagi semua warga dan juga tourist untuk dapat melakukan access data communication dan juga transaksi digital dengan mudah dan baik.

 3.        Faktor ketiga yang dijadikan indikator bagi sebuah kota disebut sebagai Smart City, “Smart Mobile Citizen” merupakan indikator yang menunjukkan seberapa besar warga bagi kota tersebut yang menggunakan smart phone yang dilihat dari % penetrasi bagi pengguna smart phone salam sebuah kota.

 Selain itu, parameter lain nya adalah seberapa besar traffic data volume yang digunakan oleh semua warga yang mendiami kota tersebut dijadikan indikator seberapa cerdas kota tersebut menurut ukuran GSM association. Kemudian berapa banyak rumah yang telah menggunakan energy smart monitoring systems, bahwa semua energy yang digunakan oleh sebuah rumah sudah di control dengan menggunakan mobile communication sehingga semua penggunaan energy nya menjadi terukur yang sejalan dengan konsep green environment yang menjadi salah satu target pengembangan technology ke depan, yaitu sebuah technology yang ramah dan efficient dalam penggunaan energy.

 4.        Faktor ke empat, indikator yang tentang sebuah kota yang disebut sebagai smart city, aspek business, economic & mobile cluster impact. Salah satu poin yang ditekankan pada factor ini adalah open data, bahwa kota tersebut harus menjamin bahwa data yang ada harus dibuka seluas-luasnya sehingga memudahkan bagi application developer dan juga operator telecommunication untuk menggunakan data tersebut sehingga memancing krativitas bagi mereka untuk meng create sebuah service atau aplikasi yang baru untuk menunjang smart city dengan focus pada transaksi digital.

            Melihat parameter-parameter yang digunakan diatas, rasanya sangat mungkin untuk kita terapkan di salah satu kota di Indonesia. Dari situ, bisa dikembangkan dalam lingkup RT/RW sehingga akan tercipta sebuah miniature Smart City dalam lingkup RT/RW menjadi sesuatu yang sangat mungkin dan mudah untuk diterapkan, tinggal seberapa besar kemauan kita untuk mewujudkannya.

B.  Penerapan Smart City

Dalam perkembangannya smart city telah banyak diterapkan di berbagai kota-kota modern, salah satu contohnya adalah kota Copenhagen (Denmark) yang merupakan salah satu kota cerdas di dunia yang fokus di bidang lingkungan. Beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota Copenhagen adalah menargetkan efisiensi energi, penggalakkan green building, dan menambah akses transit di kotanya. Penduduk kotanya pun tidak tinggal diam, 40% dari mereka secara aktif menggunakan sepeda untuk bepergian, sementara pemerintahnya mengembangkan teknologi terkini menyangkut peralatan bersepeda untuk masyarakatnya.

Membandingkan dengan kota Seoul (Korea Selatan), kota cerdas di Seoul mengutamakan pemanfaatan teknologi informasi yang digunakan untuk pelayanan public. Tujuannya adalah agar hubungan-hubungan tata pemerintahan (governance) anatara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat lebih efisien, efektif dan produktif. 

Dalam interaksi pemerintah ataupun swasta dikota seoul dan masyarakat sebagai pengguna layanan, teknologi informasi yang disediakan membantu mengurangi biaya administrasi, relasi dan interaksi untuk mekanisme pelayanan public. Sehingga membuka peluang bagi pemerintah kota seoul untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru. Selain itu dampak positif yang dari hasil terapan sistem ini di kota seoul adalah semakin mudahnya masyarakat untuk berinteraksi dengan satuan-satuan dalam pemerintahan sehingga tercipta mekanisme kebijakan dan pelayanan publik yang terbuka dan demokratis.

Kota Tokyo snediri telah menjadi kota Asia pertama yang berencana membangun sebuah kota kecil di daerah pinggir kota. Bekerja sama dengan vendor Panasonic, Accenture, dan Tokyo Gas, kota satelit ini akan memiliki rumah dengan panel surya, penyimpanan daya baterai, dan peralatan yang hemat energi dimana semuanya akan terhubung. Sehingga kota Tokyo mampu menciptakan energi surya dan energi anginnya sendiri. Kerjasama yang diadakan juga menghasilkan rumah-rumah yang telah dilengkapi dengan sistem otomatis untuk memperkirakan kondisi cuaca, lampu LED, serta generator tenaga surya yang menciptakan listrik mandiri. Selain itu pemerintah Tokyo juga menyediakan alat telecommuting untuk menyimpan jutaan emisi karbondioksida pertahun.

Berbeda halnya dengan kota Barcelona, Kota ini menjadi pemimpin smart city dalam kategori solusi pengurangan emisi karbon. Kota ini menjadi salah satu  kota pertama yang memperkenalkan teknologi tenaga surya. Barcelona baru-baru ini juga  meluncurkan proyek LIVE EV (Electroniv Vehicle) untuk mempromosikan adopsi mobil listrik  ke masyarakat, beserta infrastruktur isi ulang dayanya.

Upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah kota Barcelona adalah 50% energi penerangan dikontrol dari jauh, 12% taman kotanya telah memiliki alat pengendali irigasi jarak jauh, dan penambahan jalur sepeda dan pejalan kaki sepanjang 2 km.

C.  Kajian Islam terhadap Smart City

Dalam pengembangan smart city yang menggunakan teknologi-teknologi canggih dalam pengaplikasiannya. Teknologi yang digunakan salah satu contohnya adalah teknologi digital yang mengakibatkan perkembangan teknologi yang berbasis jaringan makin canggih. Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al Anbiya ayat 80 dan 81.

Artinya :

“Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). 81. Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S Al Anbiya21:80-81)

Ayat tersebut kaitannya dengan  perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berawal dari perkembangan logam : besi. Perkembangan ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menunjukkan jati dirinya dalam peradaban manusia dewasa ini. Sudah tentu tidak dapat diingkari dan dipandang sebelah mata, peran perkembangan teknologi informasi telah memberikan share yang signifikan terhadap nilai tambah ekonomi. Efisiensi dalam berbagai bidang, khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan biaya melalui kecepatan dan ketepatan informasi, serta performa fisik telah dapat ditingkatkan dengan sangat drastis, sekaligus berarti telah mampu mengefisienkan penggunaan tempat dalam artian kapasitas ruang.

D. Saran dan Kesimpulan

  1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas didapatkan kesimpulan bahwa smart city merupakan kota berbasis teknologi digital dimana konsep kota cerdas merupakan membantu masyarakat dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya ataupun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya baik kejadian positif maupun negatif.

2. Saran

Berdasarkan contoh-contoh kota modern atau kota pintar yang ada Indonesia diharapkan bisa lebih meningkatkan lagi fasilitas-fasilitas umum yang ada seperti penambahan jalur sepeda, pengaturan transportasi, sistem pemerintahannya, pengaturan fasilitas RTH dan sebagainya yang dapat meningkatkan taraf hidup suatu kota dan masyarakat.

E. Daftar Pustaka

http://prezi.com/b6ydbx5q96yz/smart-city/

http://www.biskom.web.id/2008/07/02/mewujudkan-cyber-city-di-indonesia.bwi

http://idwebdata.com/read/20/smart-city.html#.U2YCYVfQ4pQ

http://inet.detik.com/read/2013/12/04/133529/2432278/398/2/indonesia-mau-bangun-kota-pintar-ini-syaratnya

http://septians09.student.ipb.ac.id/2010/05/15/implementasi-kandungan-ayat-al-qur%E2%80%99an-terhadap-aktifitas-situs-social-networking-facebook-sebagai-alternatif-sarana-dakwah-efektif-melalui-internet/

http://catatankecil-indri.blogspot.com/2014/03/mendalami-konsep-smart-city-development.html

http://catatankecil-indri.blogspot.com/2014/03/empat-kriteria-besar-smart-city.html

Resume Perkuliahan Teknologi Informasi Smart City adalah sebuah konsep yang cerdas untuk kota karena membantu masyarakat dengan mengelola sumber daya dengan efisien dan memberi informasi yang tepat untuk masyarakat dan lembaganya.  Hal-hal yang mesti diperhatikan untuk menuju Smart City sebagai berikut:        1. Data Manual        2. Infrastuktur TIK dan Digitalisasi        3. Penggunaan sistem informasi transaksional secara sektoral, dan sebagainya. Smart city terbagi menjadi:        1. Smart life.        2. Smart people.        3. Smart ekonomi        4. Smart enviroment.        5. Smart goverment.        6. Smart mobility Faktor yang mempengaruhi Smart City sebagi berikut:       1. Manajemen dan Organisasi.       2. Teknologi       3. Pemerintah       4. Kebijakan       5. Masyarakat       6. Ekonomi       7. Infrastruktur       8. Lingkungan How To Become A Smart City : Berikut ini adalah beberapa faktor yang penting untuk dipertimbangkan saat merencanakan sebuah kota menjadi Smart City. w  Mendorong dan mengembangkan pola baru struktur kepemimpinan dan tata kelola Kota dan para pelaku usaha harus dapat bekerjasama dalam memperjuangkan konsep Smart City, menyikapi tantangan dengan bijaksana untuk mendapatkan keberhasilan dalam melayani masyarakat. Pemimpin Kabupaten/Kota perlu kepercayaan dan dukungan dari mitra usaha; demikian juga sebaliknya, para pelaku usaha membutuhkan dukungan dari para pemimpin kota. w  Bekerjasama dengan melibatkan semua pihak Untuk berhasil melaksanakan misi sebagai Kota pintar, Pemimpin Kabupaten/Kota harus dapat bekerjasama menyelaraskan kepentingan dan tujuan dari berbagai sektor, lembaga masyarakat, sektor swasta dan seluruh komponen masyarakat. Misalnya bagaimana pemerintah Kota Yokohama membuat warganya berperan aktif dalam mengubah perilaku dan sikap keseluruhan warga untuk kepentingan bersama yang menguntungkan seluruh komponen masyarakat. w  Membangun dan menggunakan infrastruktur pintar Pemimpin Kabupaten/Kota harus mulai menjajaki teknologi dan konsep infrastruktur yang modern, terintegrasi dan pintar. Dengan menghadiri Konferensi dan pameran teknologi di seluruh dunia sehingga memiliki pengetahuan dan menimba pengalaman dari berbagai kota di negara lain sehingga akan lebih mudah untuk memulai inisiatif pembangunan kota pintar di daerahnya. w  Mempersiapkan model pembiayaan yang mampu menjawab tantangan dan peluang ke depan Model standar pembiayaan investasi infrastruktur konvensional biasanya tidak memadai dalam membangun sebuah kota pintar, sehingga diperlukan model dan pendekatan baru. Misalnya, menggunakan tabungan dari teknologi dengan model jatuh tempo seperti smart meter, bisa mendanai penelitian teknologi lainnya dan pengembangan bersama berbagai bagian dari infrastruktur pintar. Dalam kebanyakan kasus, kemitraan publik-swasta akan dapat mendanai investasi infrastruktur yang dibutuhkan untuk merevitalisasi kota. Misalnya, 1990-2009, lebih dari 1.400 kemitraan publik-swasta, yang mewakili sekitar $ 350 miliar modal kerja, telah didirikan di seluruh Uni Eropa dalam mendukung pembanguan Kota Pintar. Pengelolaan kota bisa menjadi katalisator untuk menyatukan sektor publik dan swasta dalam membangun model pembiayaan dan managemen yang menghasilkan pola kemitraan yang lebih baik. Pendekatan ini membutuhkan inisiatif dan koordinasi dari semua pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta. Koordinasi dan kerjasama yang baik dapat menyelaraskan kepentingan dan keseimbangan pembagian risiko di antara semua pihak. w  Model Pembiayaan : Untuk membangun dan mengembangkan sebuah kota konvensional menjadi Kota Pintar dapat menggunakan sumber pembiayaan sebagai berikut; • APBN dan APBD Sumber pendanaan ini merupakan pendanaan yang sudah dilakukan selama ini dalam membangun kota, yaitu dari Anggaran Pemerintah termasuk dari Anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang cukup terbatas, dengan pola perencanaan pembangunan tiap tahun dan dieksekusi pada tahun berikutnya. Kekurangan dari pola pendanaan ini adalah sulit menciptakan program pembangunan yang berkelanjutan. • Obligasi Daerah Pendanaan bersumber dari obligasi daerah merupakan pendanaan dengan melibatkan masyarakat untuk bisa menjadi shareholder pada pembangunan di kotanya. Sumber dana dari capital market yang cenderung memilki kemampuan sebagai sumber dana tanpa batas. Obligasi daerah bisa menjadi potensi pendanaan masa depan untuk mewujudkan Kota Pintar dengan melibatkan masyarakat dan pelaku bisinis di daerah untuk aktif sebagai shareholder. • Public Private Partnership (PPP) PPP atau Kemitraan Pemerintah Swasta menjadi alternative pendanaan yang cukup mudah diterapkan untuk pembangunan kota, yaitu melibatkan swasta untuk membantu mendanai program-program pemerintah dengan diberikan hak kelola pada swasta dalam durasi konsesi kerjasama tertentu. • Foreign Direct Investment (FDI) Foreign Direct Investment adalah sumber pendanaan yang secara langsung datang dari investor asing, untuk mendanai program-program pembangunan perkotaan. FDI akan membutuhkan dukungan kemudahan administrasi dari Pemerintah Kota untuk mencairkan dana dari asing tersebut. FDI bisa untuk mendanai program pemerintah atau kerjasama langsung dengan swasta. • Specific Purposed Bonds (SPB) Specific Purposed Bonds juga merupakan sumber pendanaan masa depan yang sangat baik. Program pemerintah yang sangat besar misalnya membangun MRT (Mass Rapid Transport) atau membangun system transportasi massal yang memerlukan investasi yang sangat besar, dimana terjadi situasi Pemerintah tidak sanggup mendanai dan Swasta juga tidak berani mendanai, sehingga SPB bisa menjadi solusi dengan menerbitkan bonds/saham yang khusus untuk membangun MRT dan saham ditawarkan pada masyarakat. Masyarakat yang memahami arti penting adanya transport masal yang effektif di sebuah kota akan dengan senang hati akan membeli saham tersebut dan akan ikut aktif berpartisipasi agar program tersebut dapat terealisasi dan terjaga dengan baik. Sebagai contohnya yaitu Amsterdam. Ibukota Belanda ini menerapkan konsep Smart City agar Amsterdam ini menjadi kota yang hemat energi, berudara bersih, tapi masyarakat urbannya tetap tidak berjarak dengan teknologi. Maka lahirlah sebuah inisiatif Amsterdam Smart City yang dipelopori oleh Amsterdam Innovation Motor, pemerintah Amsterdam, dan Liander.   Hasil pemetaan masalah disimpulkan ada 4 aspek yang berkontribusi langsung menciptakan emisi karbondioksida. Jadi 4 aspek yang harus di- ‘facelift’ habis-habisan yaitu living, working, mobility, dan public facilities. Sampai hari ini sudah ada 16 proyek dilakukan dengan melibatkan 70 lembaga pemerintah, swasta, dan komunitas. Beberapa proyek itu adalah : LIVING → Untuk area ini targetnya membuat orang Amsterdam menghemat energi di tataran rumah tangga. Contohnya proyeknya adalah Energy Management Haarlem. Proyek ini memiliki software khusus untuk menghubungkan semua alat listrk yang ada di rumah. Pemilik rumah bisa melihat bagaimana pola konsumsi energinya selama 24 jam melalui website. Mereka akan mengetahui alat-alat mana saja yang boros listrik dan enaknya alat tersebut bisa dimatikan secara jarak jauh. Cukup klik tombol swich off via website. Jadi kalau lupa mematikan lampu kamar mandi misalnya, sekali klik lampu pun mati. WORKING → Salah satu proyek besar di area ini melibatkan gedung perkantoran seluas 38.000m2. Gedung itu adalah ITO Tower. Gedung ini ‘dijejali’ oleh beragam perusahaan dengan berbagai kebutuhan energi. Maka dibuatlah teknologi sensor cerdas yang dapat membaca kebutuhan setiap ruangan terhadap penerangan lampu, penghangat atau pendingin ruangan. Alhasil pemakaian energinya lebih efisien. MOBILITY → Survei membuktikan 30% waktu orang Amsterdam dihabiskan di JALAN karena MACET. Selain membuat bosan, macet juga menghasilkan polusi dan menghabiskan lebih banyak bahan bakar. Dibuatlah proyek Smart Work Center @Ijburg yang membuat kantor ‘bayangan’ di dekat rumah warga. Jadi tidak semua orang berada di jalanan. Segala macam fasilitas tersedia agar nyaman bekerja dan bisa dipakai secara GRATIS!!! Public Facilities → Fasilitas umum seperti kolam renang, lapangan sepakbola atau lapangan hockey juga ambil bagian. Didesain manajemen penggunaan energi seperti mengganti lampu-lampu dengan lampu LED yang ber-watt kecil tapi sangat terang. Alhasil penggunaan energinya pun lebih efisien.

Resume Perkuliahan Teknologi Informasi

Smart City adalah sebuah konsep yang cerdas untuk kota karena membantu masyarakat dengan mengelola sumber daya dengan efisien dan memberi informasi yang tepat untuk masyarakat dan lembaganya.

 Hal-hal yang mesti diperhatikan untuk menuju Smart City sebagai berikut:

       1. Data Manual

       2. Infrastuktur TIK dan Digitalisasi

       3. Penggunaan sistem informasi transaksional secara sektoral, dan sebagainya.

Smart city terbagi menjadi:

       1. Smart life.

       2. Smart people.

       3. Smart ekonomi

       4. Smart enviroment.

       5. Smart goverment.

       6. Smart mobility

Faktor yang mempengaruhi Smart City sebagi berikut:

      1. Manajemen dan Organisasi.

      2. Teknologi

      3. Pemerintah

      4. Kebijakan

      5. Masyarakat

      6. Ekonomi

      7. Infrastruktur

      8. Lingkungan

How To Become A Smart City :

Berikut ini adalah beberapa faktor yang penting untuk dipertimbangkan saat merencanakan sebuah kota menjadi Smart City.

w  Mendorong dan mengembangkan pola baru struktur kepemimpinan dan tata kelola

Kota dan para pelaku usaha harus dapat bekerjasama dalam memperjuangkan konsep Smart City, menyikapi tantangan dengan bijaksana untuk mendapatkan keberhasilan dalam melayani masyarakat. Pemimpin Kabupaten/Kota perlu kepercayaan dan dukungan dari mitra usaha; demikian juga sebaliknya, para pelaku usaha membutuhkan dukungan dari para pemimpin kota.

w  Bekerjasama dengan melibatkan semua pihak

Untuk berhasil melaksanakan misi sebagai Kota pintar, Pemimpin Kabupaten/Kota harus dapat bekerjasama menyelaraskan kepentingan dan tujuan dari berbagai sektor, lembaga masyarakat, sektor swasta dan seluruh komponen masyarakat. Misalnya bagaimana pemerintah Kota Yokohama membuat warganya berperan aktif dalam mengubah perilaku dan sikap keseluruhan warga untuk kepentingan bersama yang menguntungkan seluruh komponen masyarakat.

w  Membangun dan menggunakan infrastruktur pintar

Pemimpin Kabupaten/Kota harus mulai menjajaki teknologi dan konsep infrastruktur yang modern, terintegrasi dan pintar. Dengan menghadiri Konferensi dan pameran teknologi di seluruh dunia sehingga memiliki pengetahuan dan menimba pengalaman dari berbagai kota di negara lain sehingga akan lebih mudah untuk memulai inisiatif pembangunan kota pintar di daerahnya.

w  Mempersiapkan model pembiayaan yang mampu menjawab tantangan dan peluang ke depan

Model standar pembiayaan investasi infrastruktur konvensional biasanya tidak memadai dalam membangun sebuah kota pintar, sehingga diperlukan model dan pendekatan baru. Misalnya, menggunakan tabungan dari teknologi dengan model jatuh tempo seperti smart meter, bisa mendanai penelitian teknologi lainnya dan pengembangan bersama berbagai bagian dari infrastruktur pintar.

Dalam kebanyakan kasus, kemitraan publik-swasta akan dapat mendanai investasi infrastruktur yang dibutuhkan untuk merevitalisasi kota. Misalnya, 1990-2009, lebih dari 1.400 kemitraan publik-swasta, yang mewakili sekitar $ 350 miliar modal kerja, telah didirikan di seluruh Uni Eropa dalam mendukung pembanguan Kota Pintar.

Pengelolaan kota bisa menjadi katalisator untuk menyatukan sektor publik dan swasta dalam membangun model pembiayaan dan managemen yang menghasilkan pola kemitraan yang lebih baik. Pendekatan ini membutuhkan inisiatif dan koordinasi dari semua pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta. Koordinasi dan kerjasama yang baik dapat menyelaraskan kepentingan dan keseimbangan pembagian risiko di antara semua pihak.

w  Model Pembiayaan :

Untuk membangun dan mengembangkan sebuah kota konvensional menjadi Kota Pintar dapat menggunakan sumber pembiayaan sebagai berikut;

• APBN dan APBD

Sumber pendanaan ini merupakan pendanaan yang sudah dilakukan selama ini dalam membangun kota, yaitu dari Anggaran Pemerintah termasuk dari Anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang cukup terbatas, dengan pola perencanaan pembangunan tiap tahun dan dieksekusi pada tahun berikutnya. Kekurangan dari pola pendanaan ini adalah sulit menciptakan program pembangunan yang berkelanjutan.

• Obligasi Daerah

Pendanaan bersumber dari obligasi daerah merupakan pendanaan dengan melibatkan masyarakat untuk bisa menjadi shareholder pada pembangunan di kotanya. Sumber dana dari capital market yang cenderung memilki kemampuan sebagai sumber dana tanpa batas. Obligasi daerah bisa menjadi potensi pendanaan masa depan untuk mewujudkan Kota Pintar dengan melibatkan masyarakat dan pelaku bisinis di daerah untuk aktif sebagai shareholder.

• Public Private Partnership (PPP)

PPP atau Kemitraan Pemerintah Swasta menjadi alternative pendanaan yang cukup mudah diterapkan untuk pembangunan kota, yaitu melibatkan swasta untuk membantu mendanai program-program pemerintah dengan diberikan hak kelola pada swasta dalam durasi konsesi kerjasama tertentu.

• Foreign Direct Investment (FDI)

Foreign Direct Investment adalah sumber pendanaan yang secara langsung datang dari investor asing, untuk mendanai program-program pembangunan perkotaan. FDI akan membutuhkan dukungan kemudahan administrasi dari Pemerintah Kota untuk mencairkan dana dari asing tersebut. FDI bisa untuk mendanai program pemerintah atau kerjasama langsung dengan swasta.

• Specific Purposed Bonds (SPB)

Specific Purposed Bonds juga merupakan sumber pendanaan masa depan yang sangat baik. Program pemerintah yang sangat besar misalnya membangun MRT (Mass Rapid Transport) atau membangun system transportasi massal yang memerlukan investasi yang sangat besar, dimana terjadi situasi Pemerintah tidak sanggup mendanai dan Swasta juga tidak berani mendanai, sehingga SPB bisa menjadi solusi dengan menerbitkan bonds/saham yang khusus untuk membangun MRT dan saham ditawarkan pada masyarakat. Masyarakat yang memahami arti penting adanya transport masal yang effektif di sebuah kota akan dengan senang hati akan membeli saham tersebut dan akan ikut aktif berpartisipasi agar program tersebut dapat terealisasi dan terjaga dengan baik.

Sebagai contohnya yaitu Amsterdam. Ibukota Belanda ini menerapkan konsep Smart City agar Amsterdam ini menjadi kota yang hemat energi, berudara bersih, tapi masyarakat urbannya tetap tidak berjarak dengan teknologi. Maka lahirlah sebuah inisiatif Amsterdam Smart City yang dipelopori oleh Amsterdam Innovation Motor, pemerintah Amsterdam, dan Liander.

  Hasil pemetaan masalah disimpulkan ada 4 aspek yang berkontribusi langsung menciptakan emisi karbondioksida. Jadi 4 aspek yang harus di- ‘facelift’ habis-habisan yaitu living, working, mobility, dan public facilities. Sampai hari ini sudah ada 16 proyek dilakukan dengan melibatkan 70 lembaga pemerintah, swasta, dan komunitas. Beberapa proyek itu adalah :

LIVING → Untuk area ini targetnya membuat orang Amsterdam menghemat energi di tataran rumah tangga. Contohnya proyeknya adalah Energy Management Haarlem. Proyek ini memiliki software khusus untuk menghubungkan semua alat listrk yang ada di rumah. Pemilik rumah bisa melihat bagaimana pola konsumsi energinya selama 24 jam melalui website. Mereka akan mengetahui alat-alat mana saja yang boros listrik dan enaknya alat tersebut bisa dimatikan secara jarak jauh. Cukup klik tombol swich off via website. Jadi kalau lupa mematikan lampu kamar mandi misalnya, sekali klik lampu pun mati.

WORKING → Salah satu proyek besar di area ini melibatkan gedung perkantoran seluas 38.000m2. Gedung itu adalah ITO Tower. Gedung ini ‘dijejali’ oleh beragam perusahaan dengan berbagai kebutuhan energi. Maka dibuatlah teknologi sensor cerdas yang dapat membaca kebutuhan setiap ruangan terhadap penerangan lampu, penghangat atau pendingin ruangan. Alhasil pemakaian energinya lebih efisien.

MOBILITY → Survei membuktikan 30% waktu orang Amsterdam dihabiskan di JALAN karena MACET. Selain membuat bosan, macet juga menghasilkan polusi dan menghabiskan lebih banyak bahan bakar. Dibuatlah proyek Smart Work Center @Ijburg yang membuat kantor ‘bayangan’ di dekat rumah warga. Jadi tidak semua orang berada di jalanan. Segala macam fasilitas tersedia agar nyaman bekerja dan bisa dipakai secara GRATIS!!!

Public Facilities → Fasilitas umum seperti kolam renang, lapangan sepakbola atau lapangan hockey juga ambil bagian. Didesain manajemen penggunaan energi seperti mengganti lampu-lampu dengan lampu LED yang ber-watt kecil tapi sangat terang. Alhasil penggunaan energinya pun lebih efisien.